Tuesday, October 11, 2016 0 comments

PROGRAM CPNS KEMDIKBUD 2016

seleksi.dikti.go.id

Program CPNS Kemdikbud 2016
Adapun Program CPNS Kemendikbud 2016 yang dibuka adalah:
Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kesempatan berkarir di dunia pendidikan dengan bergabung sebagai :
Guru SM-3T Pendidikan Menengah

Persyaratan:
  1. Warga Negara Indonesia dibuktikan dengan KTP / SIM yang masih berlaku.
  2. Sarjana dari program studi kependidikan minimal S-1 lulusan tiga tahun terakhir (2014, 2015, 2016) dari program studi terakreditasi minimal B yang sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran dan atau bidang keahlian yang dibutuhkan; pas foto berwarna, soft copy ijazah dan transkrip nilai di up load bersama borang pendaftaran dari sistem informasi yang ada.
  3. Usia maksimum 27 tahun per 31 Desember 2016.
  4. IPK minimal 3,00; dibuktikan fotokopi transkrip nilai yang telah disahkan (legalisasi).
  5. Berbadan sehat; dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari klinik terdaftar / Puskesmas.
  6. Bebas dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (napza)dibuktikan dengan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) serta Miras dari pejabat yang berwenang.
  7. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dikeluarkan oleh Polres/Polresta.
  8. Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti Program SM-3T yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai 6000 rupiah.
  9. Belum pernah mengikuti program SM-3T pada tahun sebelumnya, dan sanggup mengikuti program PPG yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai.

Bukti persyaratan nomor 1) s.d. nomor 9) dibawa pada saat tes wawancara. Pada saat wawancara peserta juga diminta membawa contoh RPP yang dibuat sendiri (berdasar topik tertentu yang dipilih). Khusus lulusan tahun 2016 yang belum memiliki ijazah, dapat menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) yang ditandatangani dan/atau diketahui Pembantu/Wakil Rektor Bidang Akademik, sedangkan ijazah dan transkrip nilai asli wajib ditunjukkan pada saat wawancara.

Program Studi yang dibutuhkan :
1.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
2.Pendidikan Sejarah
3.Pendidikan Ekonomi
4.Pendidikan Geografi
5.Pendidikan IPS
6.Pendidikan Sosiologi dan Antropologi
7.Pendidikan Bahasa Indonesia
8.Pendidikan Bahasa Inggris
9.Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi
10.Pendidikan Biologi
11.Pendidikan Matematika
12.Pendidikan Fisika
13.Pendidikan Kimia
14.Pendidikan IPA
15.Pendidikan Teknik Bangunan
16.Pendidikan Teknik Mesin
17.Pendidikan Teknik Otomotif
18.Pendidikan Teknik Elektro/Ketenagalistrikan
19.Pendidikan Teknik Elektronika
20.Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Boga
21.Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Busana
22.Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Tata Rias
23.Pendidikan Luar Biasa
24.Pendidikan Guru Sekolah Dasar
baseline;">Pendidikan Guru Anak Usia Dini
Bimbingan dan Konseling
Pendidikan Seni Budaya (Drama, Tari, Musik)
Pendidikan Seni Rupa                

Tata Cara Pendaftaran CPNS Kemendikbud:
Bagi yang berminat dan memenuhi persyaratan, silakan melakukan pendaftaran secara online melalui laman resmi SM3T berikut ini ini :http://seleksi.dikti.go.id/sm3t

Catatan :
Rekrutmen Guru SM3T ini tidak dipungut biaya.
Setelah lulus program SM3T, peserta berpeluang besar menjadi CPN.

0 comments

PELAKSANAAN PROGRAM GURU PEMBELAJAR (GP) 2016

Sekedar meneruskanshare informasi Bapak/Ibu.

  1. Bahwa untuk pelaksanaan kegiatan GP Tahun 2016, telah terjadi pemangkasan jumlah peserta, merujuk pada arahan menkeu Sri Mulyani, bhwa negara sedang dlm keadaan sakit (ora duwe anggaran)
  2. Oleh karena itu, tdk semua GP dpt mengikuti kegiatan GP di tahun 2016 ini. (Hanya sekitar 25% dari jmlah seharusnya)
  3. Untuk.mengetahui, apakah Bapak/Ibu mengikuti keg.GP tahun ini, baik TM, D, maupun DK, silakan Bapak/Ibu login ke akun GPO masing2. Apabila di sana ada undangan untuk mengikuti diklat, berarti Bapak/Ibu terdftar sbagai peserta GP 2016.
  4. Yang harus dilakukan setelah Bapak/Ibu terdaftar, adalah klik "terima undangan" kemudian "cetak undangan" (Undangan yang dicetak bisa disampaikan ke Dinas untuk mendapatkan ijin/surat tugas)
  5. Yang akan dipelajari pada GP 2016, baik TM, D, maupun DK adalah 2 modul(KK) sekalipun nilai Bapak/Ibu yg merah lebih dari 2.
  6. Bagi Bapak/Ibu yg sdh trdftar/diundang untuk mengikuti GP 2016, tetapi tdk masuk ke sistem dalam arti tdk mau mengikuti.kegiatan dengan alasan apapun, konsekuensinya, akan diwajibkan mengikuti.pelatihan sejenis dengan biaya mandiri.
  7. Bahwa UKG 2016 merupakan Tes Akhir dari kegiatan GP. Jadi, peserta UKG 2016 adalah Bapak/Ibu yang mengikuti GP 2016 baik TM, D maupun DK. Jadi, tidak semua guru.akan mengikuti UKG.IN, NS, dan guru yang tdk diundang mengikuti GP tidak menjadi peserta UKG.
  8. Yang diujikan dalam UKG adalah modul / KK yang dipelajari dalam GP. Jadi, hanya 2 modul.Setiap modul 30 soal.
  9. Guru yg sudah selesai mengikuti GP dan dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat.
  10. GP yang tahun ini tdk.diundang, akan mengikuti kegiatan GP dan UKG tahun depan.


Terima kasih..Semoga bermanfaat.

Monday, October 10, 2016 0 comments

Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Tahun 2016

Ini nih yang sekarang jadi trending topik, Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) merupakan pola sertifikasi dalam bentuk pelatihan yang diselenggarakan oleh Rayon LTPK untuk memfasilitasi terpenuhinya standar kompetensi guru peserta sertifikasi. Beban belajar PLPG sebanyak 90 jam pembelajaran dan dilaksanakan dalam bentuk perkuliahan dan workshop menggunakan pendekatan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, dan menyenangkan (PAIKEM).

Bagi teman-teman yang akan berangkat PLPG, bisa belajar mandiri dengan login dan daftar pada URL: http://sertifikasiguru.id no akses 920496.  Di dalam laman terdapat modul profesional dan pedagogik. Selamat belajar

Thursday, September 29, 2016 0 comments

Cara Mengikuti Kegiatan Pembelajaran Guru Pembelajar Moda Daring

Bapak/Ibu guru peserta program guru pembelajar moda daring yang sudah menerima undangan untuk menjadi peserta kelas dan telah mendapatkan jadwal pelaksanaan pembelajaran secara online yang sudah ditetapkan oleh P4TK sesuai jadwal, bisa dilihat di SIM GPO (Guru Pembelajar Online) masing-masing. Cara melihat dan memulai mengikuti diklat guru pembelajar daring adalah sebagai berikut:
1. Kunjungi https://sim.gurupembelajar.id/gtk
2. Login Guru Pembelajar di SIM GPO tersebut
3. Klik Kelompok Kompetensi yang akan diikuti


Kelas Daring aktif jika di Rapor merah di SIM GPO sudah ada simbol orang membaca buku, perhatikan gambar di bawah ini.

TANDA PADA SIM GPO TELAH MENJADI PESERTA KELAS

Guru yang sudah menjadi Peserta Kelas Guru Pembelajar Daring dapat mulai mengikuti diklat GPO Online. Tentang Status KK mana yanng aktif (merupakan link menuju halaman diklat GPO).
Pada halaman tempat belajar online guru pembelajar, Bapak/Ibu diharapkan aktif lakukan komunikasi online dan belajar secara aktif di forum tersebut.
Mentor akan mendampingi selama kelas daring berjalan. Dalam kelas daring berbatas waktu. Lama pelaksanaan 1,5 bulan atau 6 minggu. Selain itu teman-teman guru pembelajar di dalam kelas online Anda juga bisa bersama-sama semangat dalam acara seminar maupun diskusi online dalam forum sesi.
Adapun rapor merah UKG 2015 KK B, C, dan D belum mendapatkan jadwal untuk mengikuti pembelajaran daring (dalam jaringan), maka link untuk masuk ke kelas Guru Pembelajar Daring belum bisa diklik dengan keterangan "Belum Menjadi Peserta Kelas".
Demikian sekilas info tentang Cara Mengikuti Kegiatan Pembelajaran Guru Pembelajar Moda Daring. Semoga bermanfaat. Semangat Pagi…

Adapun standar penyelenggaraan  guru pembelajar tatap muka, daring maupun moda daring kombinasi bisa dilihat disini.

Friday, September 16, 2016 1 comments

STANDAR PENYELENGGARAAN PROGRAM GURU PEMBELAJAR

A. Standar Pengelolaan/Pelaksanaan

Pengaturan kelas/rombongan belajar program guru pembelajar diatur sebagai berikut.

1. Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar

a. Jumlah peserta          : 40 orang per kelas bagi guru kelas, BK, dan Mapel

     non kejuruan              : 15 orang per kelas bagi guru kejuruan

b. Jumlah Instruktur   : 2 orang per kelas

c. Jumlah Panitia           : 2 orang per kelas

d. Materi                            : Modul cetak, lembar kerja, softcopy bahan tayang

e. Alat dan bahan            : Laptop, LCD, Audio system

 

2. Kelas Daring Kombinasi

a. Jumlah pengampu    : 1 orang per kelas

b. Jumlah Mentor           : 10-40 orang per kelas

c. Jumlah Peserta           : maksimal 800 orang per kelas

d. Jumlah Admin            : 1 orang per kelas

e. Materi Program          : tercantum dalam jaringan

f. Alat dan bahan             : Laptop, LCD, Audio system

 

3. Rombongan Belajar Daring

a. Jumlah Pengampu    : 1 orang per kelas

b. Jumlah Peserta          : 40 orang per kelas

c. Jumlah Admin           : 1 orang per kelas

d. Materi Program        : tercantum dalam jaringan

0 comments

TIGA MODA YANG DIGUNAKAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PEMBELAJAR

Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dilakukan melalui tiga moda, yaitu Moda Tatap Muka, Moda Daring, dan Moda Daring Kombinasi.

1. Moda Tatap Muka

Moda tatap muka merupakan bagian dari sistem pembelajaran di mana terjadi interaksi secara langsung antara fasilitator dengan peserta pembelajaran. Interaksi pembelajaran yang terjadi dalam tatap muka meliputi pemberian input materi, tanya jawab, diskusi, latihan, kuis, praktik, dan penugasan.

Moda tatap muka diperuntukkan bagi guru yang memerlukan peningkatan kompetensi yang lebih intensif dengan mempelajari 8-10 modul. Di samping itu, untuk memberikan pilihan penyelenggaraan pembelajaran bagi guru yang tidak punya cukup pilihan karena berbagai keterbatasan sehingga tidak memungkinkan untuk mengikuti pembelajaran moda lainnya, misalnya karena alasan geografis, tidak/kurang tersedianya aliran listrik dan jaringan internet, ketersediaan anggaran, literasi teknologi informasi dan komunikasi, serta alasan lain yang rasional, maka moda tatap muka dapat dilaksanakan dengan beberapa alternatif, yaitu: tatap muka penuh, tatap muka tidak penuh (in-on-in), dan tatap muka dalam kegiatan kolektif guru yaitu PKG (Pusat Kegiatan Gugus) untuk guru PAUD, KKG (Kelompok Kerja Guru) untuk guru SD, MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) untuk guru SMP/SMA/SMK, dan MGBK (Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling). Pemilihan berbagai alternatif moda tatap muka tetap harus mempertimbangkan hasil UKG yang tercermin dari jumlah modul yang perlu dipelajari oleh guru. Penjelasan lebih lanjut pelaksanaan program guru pembelajar moda tatap muka dijelaskan dalam juknis moda tatap muka.

2. Moda Daring

Moda Dalam Jaringan (Daring) adalah program guru pembelajar yang dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi jaringan komputer dan internet. Moda Daring dapat dilaksanakan dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang secara mandiri memberikan instruksi dan layanan pembelajaran kepada peserta tanpa melibatkan secara langsung para pengampu dalam proses penyelenggaraannya. Sistem instruksional yang dimaksud meliputi proses registrasi, pelaksanaan pembelajaran, tes akhir, dan penentuan kelulusan peserta serta penerbitan sertifikat. Dalam hal tertentu, keterlibatan pengampu masih diperlukan, misalnya dalam memeriksa dan menilai tugas-tugas yang belum bisa dilaksanakan oleh sistem, atau untuk membantu peserta apabila mengalami kesulitan yang belum mampu diatasi oleh sistem. Moda Daring diperuntukkan bagi guru yang memerlukan peningkatan kompetensi dengan mempelajari 3-5 modul.

3. Moda Daring Kombinasi

Moda daring kombinasi adalah moda yang mengkombinasikan antara tatap muka dengan daring. Fasilitator di satu sisi dapat direpresentasikan oleh sistem pembelajaran yang terdiri dari firmware, brainware, dan software; dan peserta di sisi lain melaksanakan instruksi yang diberikan oleh sistem, mulai registrasi, pelaksanaan pembelajaran, sampai dengan evaluasi.

Moda Daring Kombinasi dilaksanakan dengan mempersiapkan sistem pembelajaran yang membutuhkan keterlibatan secara langsung para pengampu dalam proses pembelajaran. Keterlibatan para mentor dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara: (1) bertemu muka secara langsung dengan peserta; atau (2) bertemu muka secara virtual, baik melalui video, audio, maupun teks. Moda Daring Kombinasi diperuntukkan bagi guru yang memerlukan peingkatan kompetensi dengan mempelajari 6-7 modul. Penjelasan lebih lanjut pelaksanaan program guru pembelajar moda daring dan daring daring kombinasi dijelaskan dalam juknis moda daring.

Apabila disebabkan adanya berbagai kendala, sehingga 3 moda tersebut tidak mungkin dilakukan, guru tetap harus meningkatkan kompetensinya dengan melakukan pembelajaran mandiri.

Thursday, September 15, 2016 0 comments

Moda Daring Kombinasi

Sebagaimana telah dijelaskan di Bab Pendahuluan, moda daring kombinasi adalah gabungan antara daring dan tatap muka dengan komposisi 48 JP untuk interaksi daring dan 12 JP (4 JP/pertemuan: sebanyak 3 pertemuan, yaitu Minggu I, III, dan VI) untuk interaksi tatap muka di PB bersama mentor[1].Pada setiap pertemuan tatap muka, mentor harus menyiapkan daftar hadir dan berita acara yang harus dilaporkan ke UPT dan akan menjadi lampiran pada pelaporan pertanggungjawaban kegiatan.

Aktivitas pembelajaran peserta pada Guru Pembelajar moda daring kombinasi dijelaskan pada Tabel  berikut.

Tabel. Aktivitas pembelajaran peserta pada Guru Pembelajar moda daring kombinasi

MODA DARING KOMBINASI

[1] jika karena satu dan lain hal, pertemuan TM di PB tidak dapat dilaksanakan sesuai minggu yang telah ditentukan, maka perlu dibuatkan berita acara (alasan kenapa terjadi penundaan).

Pada saat tatap muka di PB, peserta bersama mentor akan melaksanakan kegiatan pembelajaran selama total 12 JP, dengan struktur program pada setiap tatap muka seperti pada Tabel dibawah ini.

Tabel. Penjelasan Tatap Muka di Pusat Belajar

No

Uraian Materi

JP

Keterangan

A.

Tatap Muka-1 (TM-1)

4

1.

Orientas Program:

• Perkenalan

• Materi umum

1

Materi umum meliputi:

· Kebijakan pengembangan dan pembinaan karir guru dan peningkatan kompetensiguru pembelajar

2.

Pengenalan dan Demonstrasi sistem Guru Pembelajar moda daring kombinasi

2

Difasilitasi oleh Mentor, Peserta log in ke dalam sistem, demonstrasi, dan praktik.

3.

Rencana Tindak Lanjut (rencana belajar)

1

Mentor membimbing peserta mengembangkan rencana belajar selama 6 minggu

B.

Tatap Muka-2 (TM-2)

4

1.

Pendalaman Materi Kelompok kompetensi (Mata pelajaran bersangkutan)

3

Reviu rekaman kegiatan peserta (kemajuan pembelajaran)

Memeriksa dan mendiskusikan tugas-tugas peserta

2.

Rencana Tindak Lanjut (Rencana sesi berikutnya)

1

Mentor membimbing peserta mengembangkan rencana belajar yang akan dilakukan pada sesi berikutnya

C.

Tatap Muka-3 (TM-3)

4

1.

Evaluasi Guru Pembelajar Daring Kombinasi

1

Evaluasi pelaksanaan yang diberikan sesuai standar P4TK masing-masing.

Peserta melakukan tes akhir secara serentak sesuai jadwal yang telah ditentukan di PB dengan diawasi oleh mentor

2.

Presentasi Hasil Peserta

2

Mempresentasikan hasil peserta dalam proses pembelajaran Daring

3.

Rencana Tindak Lanjut (Rencana pengembangan diri)

1

Mentor membimbing peserta mengembangkan rencana pengembangan diri setelah mengikuti kegiatan Guru Pembelajar daring

 

Total

12

 

Catatan : Waktu estimasi masuk ke dalam sistem pembelajaran bagi mentor dan peserta Guru Pembelajar adalah sekurang-kurangnya 2 JP per hari.

Tabel . Struktur Program Tatap Muka pada Diklat Guru Pembelajar Moda Daring Kombinasi

No

Materi

JP

Keterangan

UMUM

1

1.

Kebijakan Guru Pembelajar

1

TM-1

POKOK

7

 

2.

Pengenalan dan Demonstrasi sistem Guru Pembelajar moda daring kombinasi

2

TM-1

3.

Pendalaman Materi Kelompok modul (Mata pelajaran bersangkutan)

3

TM-2

4.

Presentasi Hasil Peserta

2

TM-3

PENUNJANG

4

 

5.

Rencana Tindak Lanjut (Rencana pengembangan diri)

3

TM-1, TM-2, TM-3

6.

Evaluasi Guru Pembelajar Daring Kombinasi

1

TM-3

 

Total

12

Keterangan: TM = Tatap muka

0 comments

DIET SEHAT (MEMUTAR 2 KALORI)

Pandangan Kliru Tentang Diet

Media tidak mengetahui apa yang mereka katakan, mungkin anda pernah mendengar bahwa untuk melangsingkan badan anda harus melakukan hal – hal berikut ini:

1. Membeli alat-alat olahraga

2. Fitness

3. Melaparkan diri

4. Diet rendah karbohidrat

5. Sit-up

6. Dll…

Ketahuilah bahwa hal – hal diatas itu tidak akan mengurangi berat badan anda (mungkin akan mengurangi, tapi tidak gampang).

Kami mempunyai cara yang sangat mudah dan gampang dalam melangsingkan badan, dan mempunyai kelebihan – kelebihan seperti:

1. Mudah

2. Murah

3. Bisa dilakukan bahkan dengan orang yang mobilitasnya tinggi

Ikutilah diet ini dan anda akan melihat hasilnya hanya dalam 11 hari!

Hal-Hal Yang Harus Diperhatikan Saat Diet

1. Belive

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah anda harus yakin dengan diet ini, jikalau anda tidak yakin apa yang anda lakukan, maka anda pasti akan berhenti di tengah jalan, mungkin ada beberapa hal yang dinilai bertentangan dengan kaidah umum ketika anda mengikuti diet ini seperti makan 4x sehari, tidak usah olahraga, tidak usah melaparkan diri, dan tidak usah membeli alat – alat olahraga yang mahal, mungkin dirasa tidak rasional tapi percayalah ini berhasil karena saya sudah mempraktekkannya sendiri J.

2. Belilah timbangan

Kebanyakan orang yang mengikuti diet ini, sebenarnya, setelah 11 hari mereka telah turun berat badannya (2-5 kg) tapi karena mereka tidak membeli timbangan, mereka tidak mengetahui bahwa berat badan mereka telah turun dan mereka mengklaim bahwa diet ini tidak sukses, saya tidak ingin anda seperti mereka ini J.

Timbangan sangat penting dalam kelangsungan diet ini karena anda dapat mengukur bahwa anda telah sukses mengikuti diet ini (dan tingkat kesuksesannya hampir 90% jika anda mengikuti apa yang saya tuturkan dengan baik).

Biasanya timbangan dapat dibeli di apotik terdekat di kota anda.

3. Memanipulasi Kalori

Ketahui teori diet ini terlebih dahulu! Sebenarnya, rahasia dari melangsingkan badan dalam diet ini hanyalah memanipulasi kalori yang masuk ke dalam tubuh anda sehingga otak memproduksi hormon pembakar lemak lebih banyak daripada penimbun.

Anda harus memanipulasi dua tipe kalori saja, yaitu karbohidrat dan protein.

Contoh makanan karbohidrat: Apel, Jeruk, Salad, Pir, Nasi, dan lain – lain.

Contoh makanan protein: Daging ayam (tanpa kulit), Daging sapi,Kacang-kacangan, Telur, Ikan dan lain – lain.

4. Jaga ketika makan di luar!

Seringkali ketika anda sedang melakukan diet ini, dan anda makan di kantin/restoran, anda akan mendapati porsi yang sangat banyak, dan seringkali mengandung saos (yang dapat menyebabkan penimbunan lemak).

5. Makan 4x Sehari!

Mungkin ini terdengar tidak masuk akal, tapi lakukanlah selama 11 hari, dan anda akan mendapati berat badan anda turun 2-5kg!

Anda bisa mengaturnya dengan cara, makan pagi, makan siang, makan sore, dan makan malam, yang penting, dalam makan 4x ini jangan ngemil setelah makan dan setiap setelah makan harus di selingi minimal 2 ½ jam,

6. Memutar 2 kalori…

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, 2 kalori tadi yaitu karbohidrat dan protein ini harus dikontrol asupannya. Dan untuk mengontrol asupan ini, anda tidak perlu menimbang – nimbang berapa protein yang terdapat pada makanan ini dan berapa karbohidrat yang terdapat pada makanan ini misalnya, anda hanya perlu memutarnya saja seperti ini:

Hari pertama : 1 x Karbohidrat+Protein, 3x Karbohidrat

Hari kedua : 1x Protein, 3x Karbohidrat

Hari ketiga : 2x Protein, 2x Karbohidrat

Hari keempat : 3x Protein, 1x Karbohidrat

Hari kelima : 1x Karbohidrat+Protein, 3x Protein

Hari keenam : 3x Protein, 1x Karbohidrat

Hari ketujuh : 2x Protein, 2x Karbohidrat

Hari kedelapan: 1x Protein, 3x Karbohidrat

Hari kesembilan: 1x karbohidrat+Protein, 3x Karbohidrat

Hari kesepuluh : Ulangi Seperti hari pertama

0 comments

GURU PEMBELAJAR (GP) MODA DARING

Pendekatan pembelajaran pada Guru Pembelajar moda daring memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Menuntut pembelajar untuk membangun dan menciptakan pengetahuan secara mandiri (constructivism);

2. Pembelajar akan berkolaborasi dengan pembelajar lain dalam membangun pengetahuannya dan memecahkan masalah secara bersama-sama (social constructivism);

3. Membentuk suatu komunitas pembelajar (community of learners) yang inklusif;

4. Memanfaatkan media laman (website) yang bisa diakses melalui internet, pembelajaran berbasis komputer, kelas virtual, dan atau kelas digital;

5. Interaktivitas, kemandirian, aksesibilitas, dan pengayaan;

Gambaran umum dari setiap model pembelajaran pada Guru Pembelajar moda daring sebagai berikut.

1. Guru Pembelajar Moda Daring

Melalui moda ini, peserta memiliki keleluasaan waktu belajar.Peserta dapat belajar kapanpun dan dimanapun, sehingga tidak perlu meninggalkan kewajibannya sebagai gurudalam mendidik.

Peserta dapat berinteraksi dengan pengampu/mentor secara synchronous – interaksi belajar pada waktu yang bersamaan seperti dengan menggunakan video converence, telepon atau live chat, maupun asynchronous – interaksi belajar pada waktu yang tidak bersamaan melalui kegiatan pembelajaran yang telah disediakan secara elektronik.

Dalam pelaksanaan moda daring, dikembangkan dua model sebagai berikut.

a. Model 1

Pembelajaran Guru Pembelajarpada model inihanya melibatkan pengampu dan guru sebagai peserta.Dengan memanfaatkan TIK, peserta secarapenuh melakukan pembelajaran daring dengan mengakses dan mempelajari bahan ajar, mengerjakan latihan-latihan (tugas), berdiskusi dan berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman dengan peserta Guru Pembelajarlainnya. Selama proses pembelajaran, peserta dibimbing dan difasilitasi secara daring oleh pengampu, seperti pada Gambar :

 Moda daring model 1            Model pembimbingan Guru Pembelajar moda daring -Model 1

a. Model 2

Pembelajaran pada Guru Pembelajar moda daring– Model 2 melibatkan pengampu, mentor dan peserta.Guru Pembelajarmoda daring model ini menggabungkan interaksi antara peserta dengan mentor dan atau pengampu, yang hanya dilakukan secara daring, dengan model pembimbingan seperti pada Gambar 2.2 berikut:

· Interaksi Pengampu – Mentor: Pengampu mendampingi mentor dan berinteraksi dengan mentor secara daring.

· Interaksi Mentor – Peserta: Mentor mendampingi, berdiskusi dan berkoordinasi dengan peserta secara daring.

· Interaksi Pengampu – Peserta: Pengampu memfasilitasi dan berkomunikasi dengan peserta secara daring

Moda daring model 2

Model pembimbingan Guru Pembelajar moda daring -Model 2

Friday, September 9, 2016 0 comments

Contoh Surat Undangan Peserta Workshop

Contoh Surat Undangan Workshop

 
 
0 comments

EVALUASI DAN SERTIFIKAT PROGRAM GURU PEMBELAJAR

A. Evaluasi

Evaluasi program peningkatan kompetensi guru pembelajar dilakukan secara komprehensif, meliputi: penilaian terhadap peserta pelatihan, penilaian terhadap fasilitator, dan penilaian terhadap penyelenggaraan pelatihan. Berikut ini dijelaskan masing-masing penilaian sebagai berikut.

1. Penilaian Terhadap Peserta Pelatihan

a. Tujuan Penilaian

Penilaian terhadap peserta bertujuan untuk mengukur kompetensi peserta melalui ketercapaian indikator kompetensi dan keberhasilan tujuan diklat. Penilaian dilaksanakan untuk mengukur tingkat penguasaan kompetensi sesuai dengan kelompok kompetensi yang dipelajari.

b. Aspek Penilaian

Aspek yang dinilai dalam diklat mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penilaian dilakukan melalui tes untuk aspek pengetahuan mencakup kompetensi profesional dan pedagogik, sedangkan untuk aspek sikap dan keterampilan menggunakan instrumen nontes melalui pengamatan selama kegiatan berlangsung dengan menggunakan format-format penilaian yang telah disediakan.

c. Jenis Instrumen dan Lingkup Penilaian Peserta

1) Tes

Tes akhir dilakukan untuk mengukur pengetahuan peserta secara menyeluruh setelah mengikuti proses pembelajaran. Penilaian menggunakan metode penilaian acuan patokan (PAP). Tes mencakup kompetensi profesional dan pedagogik pada aspek pengetahuan berdasarkan indikator pencapaian kompetensi dari setiap materi sebagaimana yang tercantum dalam struktur program diklat.

Tes akhir dilakukan segera setelah peserta menyelesaikan kegiatan pembelajaran. Tes akhir dilakukan oleh peserta secara modular (sesuai kelompok kompetensi yang dipelajari) di Tempat Uji Kompetensi (TUK) yang telah ditentukan oleh P4TK sesuai dengan mekanisme UKG. Penetapan TUK dapat dilakukan dengan memverifikasi TUK tahun 2015 yang sekaligus menjadi Pusat Belajar Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar.

a) Bentuk Tes dan Jumlah soal

Tes yang dikembangkan dalam bentuk pilihan ganda. Jumlah soal untuk menguji penguasaan materi profesional dan pedagogik dalam satu kelompok kompetensi sejumlah 30 soal dengan proporsi 10 soal kompetensi pedagogik dan 20 soal kompetensi profesional.

b) Kondisi Pelaksanaan Tes

Tes dilaksanakan di TUK yang telah ditetapkan dalam situasi yang terbebas dari hal-hal yang mengancam reliabilitas, antara lain: (1) jarak tempat duduk; (2) penerangan lampu; (3) ketenangan suasana; (4) kesehatan peserta; (5) kerahasiaan perangkat tes; (6) ketersediaan lembar jawaban; (7) kejelasan petunjuk pengerjaan; (8) kecukupan alokasi waktu; (9) pengawasan dari penguji/panitia; dan (10) hal-hal lain yang dapat mengganggu pelaksanaan tes.

Pelaksanaan tes diupayakan dalam kelompok belajar di kelas kegiatan peningkatan kompetensi guru pembelajar.

c) Alokasi Waktu

Tes memerlukan alokasi waktu selama 1 jam pelajaran atau 45 menit untuk satu kelompok kompetensi.

2) Non Test

Non test dilakukan untuk menilai proses selama pelatihan berlangsung. Penilaian proses dilakukan di setiap materi pelatihan. Penilaian proses menggunakan instrumen dilengkapi dengan kriteria penilaian. Lingkup penilaian proses sebagai berikut.

a) Penilaian Aspek Keterampilan

Penilaian dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan peserta dalam mendemonstrasikan pemahaman dan penerapan pengetahuan yang diperoleh serta keterampilan yang mendukung kompetensi dan indikator. Aspek keterampilan menggunakan pendekatan penilaian autentik mencakup bentuk tes dan non test. Sehubungan dengan kompetensi yang diukur pada aspek keterampilan bersifat kontinyu, maka diperlukan cara untuk memudahkan penilaian kepada peserta.

Kriteria penilaian disusun secara berjenjang dan kategorik, yakni:

(1) kategori kurang sekali manakala indikator keterampilan dicapai hanya melalui proses mengamati, mencontoh, dan meniru;

(2) kategori kurang manakala indikator keterampilan selain indikator di [1] juga dicapai melalui proses berdiskusi, berdialog, dan bertanya jawab;

(3) kategori cukup manakala indikator keterampilan selain indikator di [1] dan [2] juga dicapai melalui proses bereksperimen, ujicoba, dan pembuktian;

(4) kategori baik manakala indikator keterampilan selain indikator di [1], [2], dan [3] juga dicapai melalui proses kegiatan perbaikan dan koordinasi dengan beragam sumber; dan

(5) kategori baik sekali manakala indikator keterampilan selain indikator di [1], [2], [3] dan [4] juga dicapai melalui proses kegiatan menyusun, membuat, dan menghasilkan produk secara natural. Sedangkan produk yang dinilai merupakan jenis tagihan yang dipersyaratkan esensial di setiap materi pelatihan.

Penilaian aspek keterampilan dilakukan pada saat pembelajaran melalui penugasan individu dan/atau kelompok oleh narasumber/fasilitator. Komponen yang dinilai dapat berupa hasil Lembar Kerja dan/atau hasil praktik sesuai dengan kebutuhan. Pada moda daring penilaian keterampilan dilakukan melalui penilaian diri dengan menggunakan format yang sudah disediakan dalam sistem.

Kriteria penilaian ditetapkan sebagai berikut.

Tabel 5. 1 Kriteria Penilaian, Angka dan Sebutannya

Angka

Sebutan

Kriteria

90–100

Baik Sekali

Indikator keterampilan dicapai melalui proses kegiatan menyusun, membuat, dan menghasilkan produk secara natural

80–89

Baik

Indikator keterampilan dicapai melalui proses kegiatan perbaikan dan koordinasi dengan beragam sumber

70–79

Cukup

Indikator keterampilan dicapai melalui proses bereksperimen, ujicoba, dan pembuktian

60–69

Kurang

Indikator keterampilan dicapai melalui proses berdiskusi, berdialog, dan bertanya jawab

≤59

Kurang Sekali

Indikator keterampilan dicapai hanya melalui proses mengamati, mencontoh, dan meniru

b) Penilaian Aspek Sikap

Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui sikap peserta dalam berbagai aspek antara lain: sikap pada saat menerima materi; sikap pada saat melaksanakan tugas individu dan kelompok; sikap terhadap fasilitator; sikap terhadap teman sejawat; dan sikap pada saat mengemukakan pendapat, bertanya, dan menjawab. Secara sederhana, aspek sikap yang dinilai hanya mengukur kerjasama, disiplin, tanggungjawab, dan keaktifan. Pengukuran terhadap aspek sikap ini dapat dilakukan melalui pengamatan sikap.

Penilaian aspek sikap dilakukan mulai awal sampai akhir kegiatan secara terus menerus yang dilakukan oleh fasilitator pada setiap materi. Namun, untuk nilai akhir aspek sikap ditentukan di hari terakhir atau menjelang kegiatan diklat berakhir yang merupakan kesimpulan fasilitator terhadap sikap peserta selama kegiatan diklat dari awal sampai akhir berlangsung. Pada moda daring tidak ada penilaian untuk sikap.

Skor penilaian aspek sikap menggunakan skala 0-100 dengan kriteria nilai sebagai berikut.

Tabel 5. 2 Nilai Sikap dan Sebutannya

Nilai

Sebutan

90–100

Baik Sekali

80–89

Baik

70–79

Cukup

60–69

Kurang

≤59

Kurang Sekali

3) Rekapitulasi Nilai Akhir

Untuk menjamin kualitas pelaksanaan pelatihan, kepada semua peserta pelatihan baik Pelatihan Narasumber Nasional/Pengampu, Pelatihan Instruktur Nasional/Mentor, maupun Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar akan dilakukan penilaian baik tes dan non test yang hasilnya direkap dalam bentuk nilai akhir.

d. Nilai Akhir Pelatihan Narasumber Nasional/Pengampu dan Pelatihan Instruktur Nasional/Mentor

Nilai Akhir (NA) Pelatihan Narasumber Nasional/Pengampu dan Pelatihan Instruktur Nasional/Mentor menggunakan rumus sebagai berikut:

NA =[{(NS x40%)+(NK x60%)}x 70%]+[TAx 30%]

NA =Nilai Akhir

NS =Nilai Sikap (rerata dari semua aspek sikap yang jadi penilaian)

NK=Nilai Keterampilan (rerata dari semua materi pelatihan)

TA =Nilai Tes Akhir (Tes Pengetahuan)

Standar Kelulusan untuk Peserta Pelatihan Narasumber Nasional/Pengampu ditetapkan Nilai Akhir ≥ 80 dan untuk Peserta Pelatihan Instruktur Nasional/Mentor ditetapkan Nilai Akhir ≥ 70.

e. Nilai Akhir Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar

Nilai akhir (NA) peserta Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar Moda Tatap Muka diperoleh dari 3 komponen yaitu penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Penentuan nilai akhir peserta pelatihan menggunakan formulasi sebagai berikut.

1) Formulasi penentuan nilai akhir peserta Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar bagi guru kelas, guru mapel, dan guru BK ditetapkan sebagai berikut.

NA =[{(NS x40%)+(NK x60%)}x40%]+[TAx 60%]

NA =Nilai Akhir

NS =Nilai Sikap (rerata dari semua aspek sikap yang jadi penilaian)

NK= Nilai Keterampilan (rerata dari semua materi pelatihan)

TA = Nilai Tes Akhir (Tes Pengetahuan)

2) Formulasi penentuan nilai akhir peserta Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar bagi guru kejuruan

NA =[{(NS x40%)+(NK x60%)}x60%]+[TAx 40%]

NA =Nilai Akhir

NS =Nilai Sikap (rerata dari semua aspek sikap yang jadi penilaian)

NK=Nilai Keterampilan(rerata dari semua materi pelatihan)

TA =Nilai Tes Akhir (Tes Pengetahuan)

3) Formulasi penentuan nilai akhir peserta Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar moda daring

NA =[(PD x10%)+(TS x50%)+(TAx 40%)]

NA =Nilai Akhir

PD = Penilaian Diri

TS = Tes Sumatif

TA =Nilai Tes Akhir

Nilai akhir (NA) peserta Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar Moda Daring untuk guru kelas, guru mapel, guru BK, dan guru kejuruan diperoleh dari 3 komponen yang dilakukan secara otomatis oleh sistem, dan dihitung dengan rumus sebagai berikut:

Predikat nilai untuk peserta moda Tatap Muka dan moda Daring sebagai berikut.

Tabel 5. 3 Nilai dan Predikat Nilai Moda Tatap Muka dan Moda Daring

Nilai

Predikat

90 – 100

Baik Sekali

80 – 89

Baik

70 – 79

Cukup

60 – 69

Kurang

≤ 59

Kurang Sekali

2. Penilaian terhadap Fasilitator

Penilaian terhadap fasilitator adalah pengukuran dan penilaian kepada fasilitator yang dilakukan oleh peserta pada saat fasilitator melaksanakan tugas mengelola pembelajaran pada setiap materi pelatihan yang dikelola. Instrumen penilaian yang digunakan adalah lembar pengamatan dengan skala penilaian 30-100 (sumber Lembaga Administrasi Negara). Adapun unsur-unsur yang dinilai meliputi:

1. Penguasaan materi

2. Ketetapan waktu hadir di kelas

3. Sistematika penyajian

4. Penggunaaan metode dan alat bantu pembelajaran

5. Daya simpati, gaya, dan sikap kepada peserta

6. Penggunaan bahasa

7. Pemberian motivasi belajar kepada peserta

8. Pencapaian tujuan pembeljaran

9. Kerapihan berpakaian

10. Kemampuan menyajikan materi

11. Cara menjawab pertanyaan dari peserta

12. Kerjasama anta instruktur

13. Sikap dan perilaku

3. Penilaian Pelaksanaan Pelatihan

Penilaian terhadap pelaksanaan pelatihan adalah pengukuran dan penilaian kepada penyelenggara yang dilakukan oleh peserta pelatihan pada saat mengikuti pelatihan. Penilaian kinerja penyelenggara pelatihan dilakukan terhadap pencapaian sasaran mutu penyelenggara. Adapun unsur-unsur yang dinilai meliputi:

a. Penyiapan alat dan bahan;

b. Penyiapan materi;

c. Penyiapan sarana dan prasarana;

d. Pelaksanaan pelatihan; dan

e. Pelayanan terhadap peserta pelatihan.

B. Sertifikat

Peserta pelatihan Narasumber Nasional/Pengampu yang memenuhi syarat penguasaan kompetensi dengan nilai akhir >80 akan menerima sertifikat atau Surat Tanda Tamat Pendidikan dan pelatihan (STTPP) yang ditandatangani Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Peserta pelatihan Instruktur Nasional/Mentor yang memenuhi syarat penguasaan kompentensi dengan nilai > 70 akan menerima sertifikat atau Surat Tanda Tamat Pendidikan dan pelatihan (STTPP) yang ditandatangani Kepala PPPPTK/LPPPTK KPTK atas nama Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

Guru Pembelajar yang telah mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dan memenuhi syarat kompetensi dengan nilai akhir > 70 akan mendapat sertifikat atau Surat Tanda Tamat Pendidikan dan pelatihan (STTPP). Sertifikat dapat dicetak melalui SIGELAR. Sertifikat ditandatangani oleh Kepala P4TK/LP3TK dan atau Kepala Dinas, Badan Kepegawaian Daerah, atau organisasi lain.yang dapat dicetak melalui SIGELAR.

Bagi peserta pelatihan Narasumber Nasional/Pengampu, peserta pelatihan Instruktur Nasional/Mentor, dan peserta Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar yang tidak memenuhi persyaratan penguasaan kompetensi dan/atau persyaratan kehadiran serta persyaratan minimal lainnya akan menerima surat keterangan.

0 comments

Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar

Guru pembelajarProgram Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar merupakan proses penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Peningkatan kemampuan tersebut mencakup kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk perbaikan dan pertumbuhan kemampuan (abilities), sikap (attitude), dan keterampilan (skill). Dari kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan suatu perubahan perilaku guru yang secara nyata perubahan perilaku tersebut berdampak pada peningkatan kinerja guru dalam proses belajar mengajar di kelas.

Guru sebagai pembelajar menjadikan Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar sebagai salah satu cara untuk memenuhi standar kompetensi guru sesuai dengan tuntutan profesi dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar menjadi bagian penting yang harus selalu dilakukan secara terus menerus atau berkelanjutan untuk menjaga profesionalitas guru. Oleh karena itu, Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar harus dirancang untuk memberikan pengalaman baru dalam membantu meningkatkan kompetensi sesuai bidang tugasnya agar guru memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan meningkatkan sikap perilaku yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai tanggung jawabnya.

Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dirancang berdasarkan Standar Kompetensi Guru (SKG) yang mengacu pada Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, Permendiknas Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus, dan Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Berdasarkan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dalam SKG dikembangkan peta kompetensi guru yang dibagi menjadi 10 kelompok kompetensi. Adapun 10 modul untuk kompetensi pedagogik dan profesional bisa dilihat disini.

Thursday, September 8, 2016 1 comments

MODUL TATA BUSANA DAN PEDAGOGIK BAGI GURU PEMBELAJAR

Semangat pagi … bagi guru pembelajar semua

           Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dirancang berdasarkan Standar Kompetensi Guru (SKG) yang mengacu pada Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, Permendiknas Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus, dan Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Berdasarkan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) dalam SKG dikembangkan peta kompetensi guru yang dibagi menjadi 10 kelompok kompetensi. Selanjutnya, dari 10 kelompok kompetensi dikembangkan kisi-kisi soal UKG, dan untuk masing-masing kelompok kompetensi dikembangkan juga modul peningkatan kompetensi guru pembelajar. Hasil UKG menjadi acuan dalam penilaian diri (self assessment) bagi guru tentang kompetensinya sehingga dapat menetapkan modul peningkatan kompetensi guru pembelajar yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensinya, dan menjadi acuan bagi penyelenggara Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar untuk melakukan analisis kebutuhan.

Gambar.  Alur Pengembangan Program Guru Pembelajar

Alur Pengembangan Program Guru Pembelajar

             Modul 10 kelompok kompetensi terdiri dari kompetensi profesional dan 10 kompetensi pedagogik bisa didownload di sini dalam bentuk file pdf. 1 file berisi 2 modul yang terdiri dari modul profesional tata busana dan modul pedagogik di bawah modul profesional. bagi teman2 yang mengampu mata pelajaran selain tata busana bisa juga mendowload karena modul pedagogiknya sama dan modul profesional bisa diabaikan. Adapun 10 kelompok kompetensi tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Dasar Pembuatan Busana I - Karakteristik Peserta Didik  (download)
  2. Dasar Pembuatan Busana II – Dasar Pembelajaran yang Mendidik (download)
  3. Produksi Busana Rumah – Pengembangan Kurikulum (download)
  4. Produksi Kemeja/Blus – Pembelajaran yang Mendidik (download)
  5. Produksi Gaun Sederhana – TIK dalam Pembelajaran (download)
  6. Produksi Celana Panjang Wanita – Potensi Peserta idik (download)
  7. Pembuatan Busana Kerja – Komunikasi Efektif (download)
  8. Pembuatan Busana Pesta – Penilaian Pembelajaran (download)
  9. Pembuatan Busana Kerja Teknik Tailoring - manfaat penilaian dalam pembelajaran (download)
  10. Pembuatan Jacket – Refleksi Pembelajaran (download)

Selamat belajar dan belajar untuk meningkatkan kompetensi diri… Salam sukses selalu

Wednesday, September 7, 2016 2 comments

Modul Guru Pembelajar Tata Busana SMK

Komitmen Belajar Peserta DiklatProgram Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar merupakan proses penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Peningkatan kemampuan tersebut mencakup kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk perbaikan dan pertumbuhan kemampuan (abilities), sikap (attitude), dan keterampilan (skill). Kegiatan ini diharapkan akan menghasilkan suatu perubahan perilaku guru yang secara nyata perubahan perilaku tersebut berdampak pada peningkatan kinerja guru dalam proses belajar mengajar di kelas.

Program peningkatan kompetensi guru pembelajar secara umum bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, baik pedagogik maupun profesional, serta memiliki performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didiknya, menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme dan keceriaan bagi peserta didiknya, melalui berbagai moda dan media, di berbagai pusat belajar.

Untuk teman-teman guru  pembelajar, khususnya guru tata busana silahkan unduh modul kelompok kompetensi profesional bidang keahlian tata busana di bawah ini:

KK – J. Tata Busana (Download)

KK – I. Tata Busana (Download)

KK- H. Tata Busana (Download)

KK – G. Tata Busana (Download)

KK – F. Tata Busana (Download)

KK – E. Tata Busana (Download)

KK – D. Tata Busana (Download)

KK – C. Tata Busana (Download)

KK – B. Tata Busana (Download)

KK – A. Tata Busana (Download)

Smoga bermanfaat… Selamat belajar, sukses buat semua.

#gurupembelajar

#modul

#tatabusana

#simgurupembelajar

#kelompokkompetensiprofesional

Thursday, March 27, 2014 0 comments

Desain Kaos Jombang

KaKuKaJo = KAos KU KAos JOmbang

Kaos  Jombang “Cak Besut”Cak Besut

Kaos Jombang “Ringin Conthong”

Ringin Conthong

Kaos Jombang “I Love Jombang”

I Love Jombang

Raglan I Love Jombang

Kaos Jombang Couple

Kaos Jombang

Kaos Jombang 1

Kaos Jombang “Titik 0 Km Jombang”

Titik 0 Km Jombang

0 comments

KAOS JOMBANG

KaKuKaJo = KAos KU KAos JOmbangKaos Jombang

Kaos Jombang berkualitas “KaKuKaJo” menjual kaos distro dengan design menarik yang menunjukkan ciri khas dan budaya Jombang. KaKuKaJo di buat untuk mengangkat kesenian dan ciri khas Jombang. Dengan begitu kami bisa mengekspresikan kecintaan terhadap Jombang dan menunjukkan serta mengenalkan kota Jombang.

Kaos distro yang kami jual adalah  kaos I Love Jombang, Ringin Conthong, Cak Besut. kaos kami sangat bergaya dan munurut trend saat ini.  Semuanya dengan harga yang murah/kompetitif dan kualitas bahan dan desain yang bisa bikin kamu “nendang”! Ayo warga Jombang bangga dengan mengenakan Kaos Jombang. Buruan merapat ya!!! Open order untuk reseller, distributor maupun eceran.

Kaos Jombang “KaKuKaJo” yang kami jual menggunakan kain kualitas tinggi dan  sablon manual (Superwhite, Rubber, Platisol, etc). Untuk hasilnya gak usah di ragukan dengan harga yang kompetitif

Design kaos sendiri, juga kami tawarkan karena kami tidak hanya menggunakan design kami sendiri. Mungkin bisa menggunakan nama negara atau kota lainnya. Selain itu juga kami menyediakan jasa pembuatan kaos, jaket, hoodie, jumper dalam jumlah besar atau eceran (satuan).

Untuk pemesanan, telepon atau SMS, WA ke 082 226 842 189, PIN BB: 239 4A0 C3 (FULL TIME 24 JAM)

0 comments

Teknik Memulai dan Menyimpul Sulam Pita

Sebelum menyulam, siapkan pita secukupnya, jangan terlalu panjang karena ketika disulamkan pita mudah kusut.

1. Guntinglah ujung pita hingga meruncing, masukkan kedalam lubang jarum.

2. Tusukkan jarum kira-kira 0,5 cm dari ujung yang meruncing.

3. Tarik pita dengan tangan kiri sementara tangan kanan menahan jarum.

4. Tarik terus hingga pita tersimpul rapat dilubang jarum.

5. Pada ujung pita yang sebaliknya, cukup disimpul mati.

Cara Menyimpul Sulam Pita

- Menyimpul

Ketika bunga sudah terbentuk atau pita kurang panjang maka kita harus mengakhiri sulaman. Sisa pita cukup disimpul mati dengan rapat, tetapi tetap harus dijaga agar pita tidak tertarik. Jika kita terlalu kencang menarik maka akan mengubah bentuk sulaman yang terakhir kita buat.clip_image010simpul sulam pita

simpul sulam pitaclip_image009

0 comments

BAHAN SULAM PITA

Bahan

Ø Pita

Pita merupakan bahan dasar kita dalam menyulam. Pita tersedia dalam berbagai variasi berdasarkan jenis dan ukurannya.clip_image002

Ø Pita satin

Bahannya sedikit tebal, seratnya rapat, dan warnanya mengkilat. Pita satin tersedia dalam berbagai macam warna dan ukuran, yaitu: 2 inci, 1 inci, ½ inci, ¼ inci dan 1/8 inci. Berdasarkan karakteristiknya pita satin agak kaku.

Ø Pita organdi

Bahannya tipis agak ringan, transparan, dan seratnya renggang. Terdiri dari berbagai macam warna dan ukuran yang sama dengan pita satin.Karakteristik pita ini lebih lembut memudahkan untuk menyulam. Pita organdi tersedia dalam berbagai variasi ada yang berlipitkan emas dan perak.

Ø Pita sutera organdi

Karakteristik pita sutera organdi menyerupai pita organdi tetapi bahannya sangat lembut, mudah disulamkan dan terkesan sangat mewah.

Ø Benang sulam

Dipergunakan untuk membuat batang dan tangkai daun agar terkesan lebih rapid an cantik.

Ø Kain

Pada dasarnya semua jenis kain memungkinkan untuk kita sulam. Kain yang bertekstur renggang sangat mudah disulam tetapi yang bertekstur rapat pun dapat kita siasati.

0 comments

ALAT SULAM PITA

Alat

Ø Jarum

Jarum yang cocok dipergunakan adalah jarum chenille. Jarum tajam dengan batang besar dan lubang lebar dengan nomor 15 – 18.clip_image002[6]

Ø Besi runcing

Untuk mempermudah menyulam dikain bertekstur rapat, kita mempergunakan besi runcing atau benda runcing lain yang dapat berfungsi untuk mencoblos kain dan pita.

Ø Pembidangan

Pembidangan dipergunakan untuk membentangkan kain. Kain yang terbentang kaku akan lebih memudahkan menarik pita, terutama jika kita menggunakan kain bertekstur rapat dan pita yang berukuran besar.

Ø Solder

Agar hasil sulaman pita tahan lama meskipun sering dipakai dan dicuci, setelah selesai dibuat, sisa pita dibagian belakang dibakar menggunakan solder.

Ø Alat lain

Meliputi peralatan yang umum kita pergunakan untuk menyulam, diantaranya gunting, pensil, kertas untuk membuat pola dan karbon kain untuk menjiplak pola pada kain (jika diperlukan).

Friday, March 14, 2014 0 comments

Contoh Review Jurnal:

The evaluation of depigmenting efficacy in the skin for the

development of new whitening agents in Korea

Review Artikel

Evaluasi keberhasilan depigmenting dalam kulit untuk pengembangan agen whitening baru di Korea

K. H. Son * dan M. Y. Heo †
* Kosmetik Divisi Evaluasi, Korea Food and Drug Administration, Osong Kesehatan Administrasi Complex, 187 Osongsaengmyeong
2 (i)-ro, Osong-eup, Cheongwon-gun Chungcheongbuk-do, 363-700, Korea dan † College of Pharmacy, Kangwon National University, Chunchon
200-701, Korea

Diterima 21 Mei 2012, Disetujui 30 September 2012
Kata kunci: kosmetik, efek depigmenting, melanin, melanosit, tyrosinase

Ringkasan
Dalam ulasan ini, metode evaluasi untuk pemutaran depigmenting substrat yang diselidiki. Untuk tujuan ini, evaluasi metode tirosinase, enzim kunci biosintesis melanin, adalah yang paling sering digunakan, tetapi metode evaluasi berdasarkan peraturan transfer faktor sinyal seluler atau penghambatan melanosom mentransfer juga telah dikembangkan. Evaluasi depigmenting efek menggunakan melanosit yang kompleks. Ini memiliki keuntungan menjadi mampu menganalisis efek keseluruhan pada melanin biosintesis pada tingkat seluler. Sebelum uji klinis final depigmenting agen, dalam pengujian in vitro harus dilakukan untuk mengkonfirmasi efikasi dan keamanan depigmenting. Studi klinis untuk depigmenting agen dapat digunakan untuk menyelidiki pencegahan biosintesis melanin dan untuk menentukan apakah melanin menghilang dari kulit. Oleh karena itu, protokol yang paling sesuai harus digunakan, tergantung pada mekanisme aksi agen depigmenting.

Pengantar
Dengan perbaikan dari standar hidup di dunia global, lebih banyak orang mulai untuk mengejar kesejahteraan dan keindahan dalam bidang kesehatan , pangsa pasar produk yang membantu orang menyadari kesejahteraan dan kecantikan telah berkembang. Bahkan di pasar kosmetik , banyak produk fungsional seperti yang dikembangkan untuk melembabkan kulit, memutihkan kulit, perawatan kerut, anti - penuaan, perawatan jerawat, mengurangi selulit dan meningkatkan atopik kulit telah diluncurkan. Fenomena tersebut telah sering mengakibatkan menyesatkan, iklan membingungkan untuk produk medis untuk melindungi konsumen dari kegiatan promosi seperti menyesatkan, Pemerintah Republik Korea telah mengesahkan Kosmetik
Act dan mendefinisikan lingkup kosmetik fungsional sebagai berikut: kosmetik
produk untuk kulit efek pemutih , produk kosmetik untuk perawatan kerut dan produk kosmetik untuk perlindungan kulit dari sinar UV sinar. Sebagai evaluasi kosmetik fungsional diperkenalkan sesuai ke Korea Kosmetik Act ( 2000) , banyak kegiatan penelitian untuk menyaring zat fungsional baru telah diaktifkan di Industri kosmetik Korea.

Secara khusus , kategori whitening produk membuat naik 22,4 % dari pasar kosmetik fungsional lokal pada tahun 2011 , yang menunjukkan bahwa itu adalah salah satu kosmetik yang kategori paling penting di Republik Korea [ 1 ]. fenomena ini akibat dari gagasan tradisional Korea bahwa kulit putih faktor yang paling penting dalam keindahan. Senyawa depigmenting ideal harus memiliki khasiat yang ampuh , cepat dan efek pemutih selektif pada melanosit hiper - aktif, dampak jangka pendek atau efek samping jangka panjang, dan menyebabkan permanen penghapusan pigmen yang tidak diinginkan , yang bertindak atas satu atau lebih dari langkah-langkah proses pigmentasi. Dalam perjalanan skrining fungsional seperti zat, berbagai in vitro dan atau in vivo untuk menentukan efikasi dan keamanan harus dilakukan. Untuk mencari agen depigmenting baru, penting untuk memahami proses dan mekanisme pigmentasi. Epidermal dan dermal pigmentations, seperti melasma, flek-flek dan solar lentigo, adalah terkait dengan peningkatan jumlah melanosit dan aktivitas enzim yang terlibat dalam produksi melanin [ 2 , 3 ]. Melanosit, yang sel-sel yang memproduksi melanin, bergerak dari puncak saraf embrio pada kulit, di mana mereka dibedakan untuk membentuk melanosomes. Melanin disintesis di melanosomes bergerak ke ujung dendritik melanosit. Para melanosomes kemudian ditransfer ke keratinosit dan menghilang dengan pengelupasan keratin.

Sebagai hasil dari peran penting yang dimainkan oleh tirosinase dalam biosintesis melanin , kebanyakan agen depigmenting bertindak khusus untuk mengurangi fungsi enzim ini melalui beberapa mekanisme : ( i ) interferensi dengan transkripsi dan / atau glikosilasi , ( ii ) penghambatan oleh modalitas yang berbeda , ( iii ) pengurangan oleh - produk dan ( iv ) pasca-transkripsi kontrol [ 4, 5 ].Meskipun agen depigmenting mungkin sangat efektif , harus bebas dari masalah keamanan jika harus dibuat tersedia secara komersial. Agen depigmenting digunakan dalam pembuatan fungsional kosmetik harus memiliki karakteristik keamanan yang baik. Sebagai contoh, hydroquinone , asam retinoat dan senyawa merkuri organik memiliki efek pemutihan baik, tapi penggunaannya dalam produk kosmetik adalah dilarang di Republik Korea karena masalah keamanan [ 6 ] . Singkatnya , perlu untuk melakukan studi keselamatan di skrining awal tahap bersama-sama dengan penelitian khasiat . Studi keselamatan yang diperlukan untuk pengembangan produk kosmetik termasuk toksisitas akut , toksisitas subakut dan kronis , kulit dan iritasi mukosa , kepekaan kulit , karsinogenisitas , reproduksi toksisitas dan studi genotoxicity . Selain itu, mereka dapat diklasifikasikan dalam tes in vitro , in vivo dan studi Patch manusia dalam hal metodologi . Di masa lalu , dalam studi in vivo didasarkan pada hewan tersebut seperti tikus , tikus atau marmut terutama dipekerjakan . Namun, penyebaran gerakan kesejahteraan hewan telah mengakibatkan penurunan dalam jumlah studi hewan . Sebuah undang-undang langkah-demi - langkah larangan yang menyatakan studi hewan yang menggunakan bahan baku untuk produk kosmetik diberlakukan di Eropa [ 7 ] . Akibatnya , alternatif dalam metode in vitro secara aktif sedang dikembangkan . Dalam ulasan ini , berbagai metode dan mekanisme untuk menunjukkan efikasi agen depigmenting dibahas dan paling efisien dan metode standar yang dapat digunakan untuk menyaring depigmenting agen diselidiki . Untuk tujuan ini , berbagai metode yang dapat digunakan untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan serta Mekanisme kerja dari agen depigmenting sehubungan dengan formasi , gerakan dan degradasi melanin yang diidentifikasi dari literatur yang diterbitkan .

Evaluasi Efikasi Agen Depigmenting

Metode untuk evaluasi efikasi agen depigmenting termasuk tes in vitro , in vivo dan uji klinis . In vitro tes fokus pada seleksi agen depigmenting melalui investigasi mekanisme untuk aktivasi atau inhibisi faktor sinyal transfer atau enzim yang terlibat dalam pembentukan melanin . Sebuah laporan adalah baru-baru ini diterbitkan pada metode evaluasi yang mempekerjakan mekanisme menghambat transfer melanosomes yang dibentuk oleh melanosit ke keratinosit [ 8 , 9 ] . Untuk studi klinis , ultraviolet ( UV ) sinar radiasi untuk menginduksi pigmentasi . Dan pengukuran dari efek pemutihan dilakukan untuk ini berpigmen daerah . Agen depigmenting diterapkan untuk individu dengan berpigmen lesi , dan kemudian , pengukuran efek pemutihan
dilakukan. Dalam uji in vitro agen depigmenting Metode in vitro pengujian yang digunakan untuk evaluasi depigmenting agen dapat dibagi menjadi orang-orang bertindak sebelum, selama dan sesudah biosintesis melanin ( Tabel I) [ 4 , 10 ] . Karena dalam metode uji in vitro yang bertindak sebelum biosintesis melanin , efek dari agen depigmenting dapat dievaluasi sesuai dengan ekspresi atau aktivitas faktormenekan MITF , ERK atau biosintesis melanin sinyal transfer lainnya faktor [ 11-13 ] . Karena dalam metode uji in vitro yang bertindak selama melanin biosintesis , mekanisme menghambat enzim yang langsung terlibat dalam biosintesis seperti tirosinase , TRP - 1 , TRP – 2 dan dopachrometautomerase atau kegiatan eliminasi ROS dapat dievaluasi . Melanins dihasilkan oleh melanosit diangkut dari melanosomes ke keratinosit dan kemudian menyebabkan epidermis pigmentasi . Oleh karena itu, salah satu laporan menggambarkan pemutaran depigmenting agen dengan mengevaluasi penghambatan melanosom Gerakan [ 8 ] .

Selain itu, untuk evaluasi in vitro agen depigmenting , sebuah metode untuk mengukur jumlah melanin yang terbentuk melalui sel budaya digunakan secara luas . Metode ini memiliki keuntungan menganalisis efek keseluruhan pada sistem produksi melanin intraseluler , terlepas dari mekanisme aksi , sehingga banyak digunakan segera sebelum in vivo .

Peraturan transfer sinyal seluler

Prinsip . Selain evaluasi efek pemutihan melalui penghambatan langsung tirosinase , penelitian untuk mengevaluasi depigmenting agen melalui peraturan transfer sinyal seluler faktor yang terlibat dalam produksi melanin telah dicoba . sekarang diketahui bahwa biosintesis melanin dimulai ketika sinyal yang disebabkan oleh Sinar UV atau hormon , seperti - MSH , yang ditransfer ke seluler faktor untuk mendorong ekspresi tirosinase .

Merangsang faktor-faktor seperti - MSH dan forskolin , yang menginduksi melanin bertindak produksi untuk meningkatkan konsentrasi intraseluler cAMP , mengaktifkan PKA dan memfosforilasi CREB untuk mengikat dengan CRE , yang menyebabkan peningkatan ekspresi MITF , transkripsi faktor . MITF mengatur ekspresi tirosinase , enzim yang menentukan tingkat biosintesis melanin . Peningkatan ekspresi tirosinase kemudian mendorong produksi melanin . Oleh karena itu , evaluasi ekspresi MITF akan memungkinkan skrining efisien depigmenting agen .

Diketahui bahwa MITF merupakan faktor transkripsi yang mengatur proliferasi, kelangsungan hidup dan pigmentasi melanosit [ 14 , 15 ] .
Pengukuran jumlah MITF menyatakan : The ditangguhkan sel dikenakan penentuan protein , setelah itu , 10 lg dari protein per sampel dipisahkan dengan SDS - oliakrilamida gel elektroforesis .

Protein dipisahkan yang teradsorpsi ke nitroselulosa membran PVDF atau lembaran, dan susu kering digunakan untuk pemblokiran membran pada suhu kamar selama 1 jam. Antibodi spesifik MITF sebagai antibodi primer ditambahkan dan diinkubasi pada suhu di bawah 4 ° C selama 16 jam dengan gemetar . Setelah dicuci, sekunder antibodi dengan enzim terikat ditambahkan untuk menginduksi mengikat dan diinkubasi selama 2 jam . Film ini kemudian terkena pendaran dihasilkan oleh reaksi enzim , dan densitometer yang digunakan untuk uji protein target . Antibodi aktin diperlakukan sesuai dengan prosedur tersebut. Aktin nilai assay digunakan untuk mengoreksi jumlah.

Top of Form

Statistik : Kelompok kontrol dan kelompok - MSH yang diobati digunakan sebagai
kontrol positif . Tingkat penurunan dalam - MSH –induced MITF berekspresi dengan sampel diukur . Prosedur ini diulangi lebih dari tiga kali . Ketika analisis statistik menunjukkan hasil penurunan yang signifikan , sampel dianggap memiliki depigmenting efek .

Tirosinase uji inhibisi

Prinsip . Tirosinase adalah enzim yang terlibat dalam sebagian besar Tingkat penentu penting langkah dalam biosintesis melanin . melanogenesis diprakarsai oleh tirosin yang dimetabolisme menjadi DOPA dan maka dopaquinone oleh tirosinase . Reaksi pertama adalah ratedetermining langkah melanogenesis .

Tirosinase memiliki berbagai bentuk , termasuk mettyrosinase , oxytyrosinase dan deoxytyrosinase . Oxytyrosinase merupakan bentuk aktif , sedangkan deoxytyrosinase merupakan bentuk tidak aktif [ 18 , 22 , 23 ] .

Fungsi tirosinase berkaitan erat dengan penyakit . dalam hewan penelitian , gangguan dalam biosintesis melanin telah ditemukan untuk menyebabkan kondisi warna melanin abnormal seperti vitiligo atau hiperpigmentasi .

Dalam kasus yang parah , kanker kulit dapat mengakibatkan dari seperti gangguan [22]. Oleh karena itu , studi tentang inhibitor tirosinase sangat penting untuk pengembangan obat baru untuk pengobatan pewarnaan melanin normal serta kosmetik fungsional
dimaksudkan untuk menghasilkan efek depigmenting .

Metode yang digunakan untuk menilai tingkat penghambatan tirosinase secara luas digunakan dalam skrining agen depigmenting . Seperti itu mudah digunakan dan dapat diterapkan untuk mengevaluasi banyak sampel di saat yang sama , hal ini dianggap sebagai metode yang paling tepat untuk skrining awal zat kandidat . Metode ini , yang merupakan berdasarkan reaksi enzim - substrat , adalah untuk mendorong reaksi tirosin dan tirosinase untuk jangka waktu tertentu dan untuk mengukur jumlah produk setelah reaksi .
Metode . Jamur tirosinase [ 23 ] , melanoma tirosinase [ 24 ] atau melanosit manusia tirosinase [ 25 ] dapat digunakan . Secara umum, jamur tirosinase banyak digunakan karena mudah untuk mendapatkan . Dopa dapat menjadi produk akhir untuk pengukuran , tetapi tidak banyak dipekerjakan karena kebutuhan untuk penggunaan isotop radioaktif .
HPLC [ 26 ] , metode lain yang dapat digunakan untuk mengukur Dopa, adalah tidak sering digunakan karena memerlukan waktu yang lama untuk menganalisa sampel banyak . Metode yang paling tepat digunakan untuk mengukur dopachrome , salah satu produk reaksi, adalah untuk melakukan spektrometri pada 475 nm [ 27 ] atau 490 nm [28].
Secara umum, metode uji uji inhibisi tirosinase dilakukan sebagai berikut [ 29 ]. Sampel dilarutkan dalam etanol atau lainnya sesuai pelarut dan diencerkan dengan konsentrasi yang tepat range untuk penghambatan tirosinase . Ini pengenceran digunakan sebagai larutan uji ( setidaknya lima konsentrasi ) . Kemudian , 220 lL 0,1 M
dapar fosfat ( pH 6,5 ) , 20 lL larutan uji dan 20 lL dari jamur tirosinase (1500-2000 U mL

a : absorbansi larutan kosong setelah reaksi .
b: absorbansi larutan uji setelah reaksi .
a 'dan b ' : absorbansi ketika diuji dengan penambahan buffer bukannya tirosinase .

Dopa auto - oksidasi uji inhibisi

Uji ini digunakan untuk mengukur oksidasi DOPA dihambat oleh tirosinase . Metode ini mirip dengan tirosinase tersebut uji inhibisi , kecuali ia termasuk penggunaan dopa sebagai substrat.

Penjelasan metode ini berikut [ 30 ] . Sampel dilarutkan dalam etanol atau pelarut yang sesuai , yang diencerkan dengan penyangga yang tepat , seperti 0,1 M buffer fosfat ( pH 7,0 ) , untuk mencapai kisaran yang tepat untuk konsentrasi penghambatan Dopa oksidasi . Ini pengenceran digunakan sebagai larutan uji ( setidaknya lima konsentrasi ) . Kemudian , 850 lL 0,1 M buffer fosfat ( pH 7,0 ) , 50 lL larutan uji dan 50 lL jamur tirosinase(1500-2000 U mL) ( atau tirosinase manusia) yang ditambahkan ke dalam tes
tabung dalam urutan ini , dan reaksi dilakukan pada suhu 37 ° C selama 6 min . Lima puluh microlitres 0,06 mM L - dopa ( L - 3 ,4 - dihydroxyphenylalanine ) larutan ditambahkan pada larutan ini , dan reaksi dilakukan pada suhu 37 ° C selama 1 menit . Absorbansi tersebut kemudian diukur pada 475 nm dengan pembaca lempeng . Untuk solusi kosong , 0,1 M dapar fosfat ( pH 7,0 ) ditambahkan , bukan larutan uji . itu
konsentrasi larutan uji menunjukkan aktivitas penghambatan 50 % ( IC50 ) kemudian dihitung menggunakan program yang tepat . tergantung pada kondisi , tes ini dapat ditingkatkan atau bawah yang diperlukan. Arbutin atau etil ascorbyl eter dapat digunakan sebagai kontrol positif . Dopa oksidasi inhibitionð % Þ ¼ 100 ? ðAbsorbance uji solutionÞ = ðAbsorbance dari kosong solutionÞ ? 100

Dopachrometautomerase uji inhibisi

Prinsip . Dalam biosintesis melanin , tirosin diubah menjadi dopaquinone oleh tirosinase . Dengan adanya sistein , dopaquinone menghasilkan cysteinyldopa , yang akhirnya mengarah ke produksi pheomelanin [ 31 ] . Namun, dengan tidak adanya sistein , dopaquinone mengubah ke pembangkit non - enzimatik dopachrome .

Uji anti – oksidasi

Prinsip . Antioksidan dapat memiliki efek depigmenting dengan berinteraksi dengan o - kuinon , sehingga menghindari polimerisasi oksidatif intermediet melanin , atau dengan tembaga di situs aktif . Selain itu , antioksidan , dengan pembilasan ROS dihasilkan di kulit berikut paparan UV , dapat menghambat kemungkinan utusan kedua yang dapat merangsang melanogenesis epidermal baik secara langsung maupun tidak langsung [ 34 , 35 ] .

Evaluasi depigmenting efek menggunakan melanosit

Prinsip . Metode yang digunakan untuk evaluasi depigmenting Efek menggunakan melanosit adalah sistem penyaringan yang mensimulasikan Kondisi yang mirip dengan kondisi intraseluler dibandingkan dengan in vitro tes aktivitas enzim atau anti - oksidasi dan memiliki keuntungan dari mampu menganalisis efek keseluruhan pada biosintesis melanin melanosit . Namun, karena metode ini sangat kompleks dan memakan waktu ,
diyakini bahwa metode ini sesuai untuk konfirmasi evaluasi sampel yang awal disaring dengan assay aktivitas enzim .

Evaluasi efek depigmenting menggunakan melanosit dapat dilakukan dengan mengukur aktivitas tirosinase intraseluler atau jumlah melanin intraseluler yang dihasilkan . Berbagai metode yang digunakan tergantung pada jenis lini sel , kondisi budaya dan
metode evaluasi . Tabel berikut merangkum melanosit dan kondisi budaya yang sering digunakan ( Tabel II ) .

Kultur melanosit hanya memungkinkan peneliti untuk mengevaluasi efek pada jumlah produksi melanin dalam melanosit , sedangkan itu tidak mempertimbangkan efek pada sinyal ekstraseluler mentransfer . Oleh karena itu, kokultur melanosit - keratinosit dan berbudaya Metode kulit tiga dimensi telah dikembangkan . Namun , metode tersebut tidak banyak digunakan karena mereka mahal dan membutuhkan kondisi yang sulit untuk dicapai.

Melanosom transfer Penghambatan Uji

Prinsip . Melanins disintesis dalam melanosomes melanosit pindah ke ujung dendritik melanosit . Kemudian , dendritik berakhir mengandung melanosomes ditransfer ke keratinosit , dan keratin yang jatuh dan menghilang .
Meskipun transfer melanosomes sangat dipengaruhi oleh hormon atau sinar UV , faktor yang paling penting adalah satu genetik .


Uji Klinis untuk kulit agen depigmenting

Melasma adalah disfungsi sistem pigmen , mengakibatkan tidak teratur coklat atau cokelat keabu-abuan wajah hiper - melanosis . meskipun dapat terjadi pada kedua jenis kelamin dan semua jenis kulit , itu lebih sering terlihat pada wanita [ 48 ] dan mereka yang berkulit gelap – Fitzpatrick jenis kulit IV sampai dengan VI - terutama mereka yang tinggal di daerah radiasi UV yang intens , seperti Hispanik / Latin , Asia dan Afrika Amerika [ 49-51 ] . Kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan dan

Studi klinis dilakukan untuk mengevaluasi efek depigmenting dapat dinilai untuk menyelidiki efek pada penghambatan melanin pigmentasi atau efek pada peningkatan berpigmen kondisi . Subjek manusia berpigmen artifisial oleh Radiasi UV atau memiliki situs hiper - pigmentasi , seperti bintik-bintik , lentigo atau kulit bercak yang dapat diselidiki .

Perubahan warna kulit dapat diukur secara visual oleh para ahli atau instrumental diukur dengan menggunakan peralatan seperti Kromameter . Metode evaluasi visual menggunakan skor sistem untuk menilai tingkat pemutih . Oleh karena itu , penting
untuk mengembangkan - dirancang dengan baik protokol , seperti penilaian obyektif metode dan penggunaan evaluator , untuk mendirikan keandalan hasil . Metode evaluasi berperan memiliki keuntungan dari pengukuran kuantitatif dan obyektif . Namun , hasilnya mungkin tergantung pada ukuran dan kondisi lokasi target dan pengalaman dan keterampilan teknisi . Oleh karena itu, diharapkan menggunakan dua metode secara paralel dan untuk membuat kesimpulan dari hasil kedua metode . Melanosomes pindah ke luar kulit dengan keratinosit dan pada akhirnya sloughed off dengan kulit lainnya . Kapasitas kimia produk peeling ( misalnya asam a - hidroksi ) untuk membubarkan pigmen melanin dan / atau mempercepat pergantian epidermal dapat mengakibatkan kulit keringanan [ 57 , 58 ] . Uji klinis dari tingkat turnover epidermis dapat digunakan untuk evaluasi agen pemutih . Evaluasi kemanjuran pada diinduksi pigmentasi.

Pemilihan subyek . Dewasa pria atau wanita sehat, berusia 18 hingga 60 tahun , biasanya dipilih sebagai subyek untuk klinis pada manusia studi . Pada prinsipnya , mereka dengan Fitzpatrick tipe I- III lebih disukai , tetapi mereka dengan jenis III dan IV juga dapat dimasukkan . pencahayaan UVB harus disimpan ke minimum . Mereka yang kesehatan kondisi status, atau kulit dapat mempengaruhi hasil dan wanita yang
sedang hamil atau menyusui harus dikeluarkan . Selain itu, mereka yang pernah mengalami reaksi negatif terhadap gangguan sinar matahari , kulit atau gejala kulit abnormal seperti eritema dan hitam bintik-bintik , yang dapat mempengaruhi interpretasi hasil , harus dikecualikan .

Jumlah mata pelajaran . Jumlah mata pelajaran harus dipilih lebih dari 20 data yang valid menunjukkan untuk memungkinkan perbandingan statistik . Jika kelompok kontrol yang digunakan, metode double-blind , pada prinsipnya , harus dipekerjakan .
Uji daerah . Bagian belakang atau bagian atas lengan atas , yang jarang terkena sinar UV , biasanya dipilih sebagai situs iradiasi .

Terimbas pigmentasi . Sebuah simulator surya dilengkapi dengan xenon lampu busur memiliki itu sebagai spektrum emisi kontinyu yang mirip sinar matahari dan tidak menunjukkan puncak spesifik atau setara lain sumber cahaya yang digunakan untuk menyinari sinar UV untuk situs yang dipilih . Panjang gelombang di bawah 290 nm harus dihilangkan dengan menggunakan filter yang sesuai . Sumber cahaya harus menjaga intensitas konsisten radiasi selama periode pengujian . Sinar UV 2-3 meds seragam iradiasi , atau setelah iradiasi sinar UV dari 1 MED , yang intensitas dapat disesuaikan tergantung pada tingkat diinduksi pigmentasi .

Contoh aplikasi . Bila tujuannya adalah untuk menyelidiki pencegahan efek , sampel segera diterapkan setelah radiasi UV . Jika tujuannya adalah untuk memperbaiki kondisi pigmentasi diinduksi , sampel diterapkan sekali atau dua kali sehari selama 4-8 minggu dari 2 sampai 3 hari setelah radiasi UV .

Evaluasi depigmenting efek . Situs untuk evaluasi harus tidak mengalami aliran udara , dan suhu konstan dan kelembaban harus dipertahankan . Setelah beristirahat selama minimal 30 menit pada situs , subyek dievaluasi . Tingkat efek depigmenting di situs uji visual diperiksa oleh para ahli untuk membuat skor dan / atau tingkat perubahan warna kulit dapat diukur dengan tepat peralatan, seperti kromameter ( Minolta , Osaka , Jepang ) , DemaSpectrometer ( Cortex Technology , Hadsund , Denmark ) atau Mexameter ( Keberanian - Khazaka Elektronik , Koln , Jerman ) [ 59 ] .

Evaluasi keberhasilan dalam hiper – melanosis

Pemilihan subyek . Mereka yang memiliki pigmentasi , seperti bintik-bintik , lentigo atau kulit bercak , dipilih sebagai subyek . Merujuk pada kriteria dijelaskan dalam 3.1 .
Jumlah mata pelajaran . Jumlah mata pelajaran harus dipilih lebih dari 20 data yang valid menunjukkan untuk memungkinkan perbandingan statistik . Jika kelompok kontrol yang digunakan, metode double-blind , pada prinsipnya , harus dipekerjakan .
Uji daerah . Situs yang menampilkan hiper - pigmentasi , seperti mata rims atau lengan atas , yang dipilih . Jika sebuah peralatan yang digunakan untuk evaluasi, situs iradiasi harus dipilih sementara mempertimbangkan daerah pigmentasi minimum yang dapat diukur dengan peralatan .

Contoh aplikasi . Sampel diterapkan sekali atau dua kali sehari selama 4-8 minggu .
Evaluasi depigmenting efek . Lihat dengan yang dijelaskan dalam 3.1 [ 60 ] .
Evaluasi kemanjuran pada stratum korneum tingkat turnover oleh dansil klorida uji
Relawan pria atau wanita sehat berusia 18 sampai 60 yang terpilih sebagai subyek untuk studi klinis . Wanita yang sedang hamil atau menyusui dikecualikan . Secara umum, subyek harus berada dalam kesehatan yang baik dan tidak dapat memiliki kelainan kulit atau gejala kulit abnormal seperti eritema dan bintik-bintik hitam, yang dapat mempengaruhi interpretasi hasil . Empat situs di bawah kedua lengan yang dipilih untuk aplikasi sampel . Contoh aplikasi dilakukan secara acak cara ( sisi atas dan bawah dari kedua lengan ) . dansil klorida ( 5 - metil - amino - 1 - naftalena - sulphonyl klorida ) yang dicampur dengan petrolatum untuk membuat campuran 5 % . Sebelum sampel aplikasi , 5 % dansil klorida diterapkan ke situs tertentu selama 15 jam dengan menggunakan ditutup Patch . Situs yang dipilih akan sangat digosok dengan menggunakan jari mantel . Sebuah irradiator neon digunakan untuk mengukur tingkat neon pigmentasi . Setelah aplikasi 21 - hari sampel, derajat hilangnya pigmen fluorescent diukur [ 58 ] .

Evaluasi keselamatan agen depigmenting

Salah satu hal penting untuk dipertimbangkan dalam pengembangan depigmenting agen adalah keamanan . Untuk produk obat , karena mereka dimaksudkan untuk mengobati penyakit , mereka dapat berguna jika manfaatnya atau khasiat lebih besar daripada efek sampingnya . Namun, di bidang kosmetik, semua produk yang digunakan untuk tujuan kecantikan. Oleh karena itu , produk yang aman tidak didirikan tidak dapat digunakan , bahkan jika mereka memiliki khasiat yang sangat baik . Oleh karena itu , masalah keamanan harus ditangani dari tahap yang sangat awal dalam pengembangan baru kosmetik zat .

Meskipun negara-negara yang berbeda memiliki cakupan yang berbeda keselamatan
Evaluasi berlaku untuk kosmetik tergantung pada sifat substansi , studi berikut harus dilakukan : toksisitas akut tes, iritasi kulit dan sensitisasi , uji iritasi mata ,
phototoxicity dan uji kepekaan dan tes patch manusia. Di Selain itu , pengujian toksisitas dosis berulang , toksisitas reproduksi , Mutagenisitas / genotoxicity atau tes carcinogenicity mungkin diperlukan , jika perlu .

Ini uji toksisitas dilakukan dengan cara dari studi in vivo atau uji klinis . Oleh karena itu , biaya yang cukup besar dan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan studi toksisitas lengkap . Hal ini diinginkan untuk mengadopsi strategi desain yang baik dari tahap penyaringan untuk mengidentifikasi yang studi toksisitas harus dilakukan untuk menjamin efisien dan evaluasi yang efektif agen depigmenting . Untuk memilih yang paling tepat dan studi toksisitas yang relevan , penting untuk memahami
kodrat dan sifat zat . untuk umum bahan kimia , toksisitas diharapkan dapat ditentukan dari berbagai laporan yang diterbitkan pada toksisitas serupa lainnya zat . Sebagai banyak data toksisitas dapat dikecualikan bagi alam zat-zat yang dianggap aman karena mereka telah digunakan secara tradisional , skrining agen depigmenting yang akan digunakan dalam pembuatan produk kosmetik aktif .

Pengakuan
Penelitian ini sebagian didukung untuk menerbitkan Kangwon National
Universitas ( 2011) dan Institut Ilmu Farmasi , Kangwon Universitas Nasional .

 
;